Search

14 Maret 2016

PAI Bab 8 "Berempati Itu Mudah, Menghormati Itu Indah" Kelas 7 (Semester 2 Kurikulum 2013)



Mari Renungkan
 
    Kita harus peduli, merasakan apa yang dirasakan teman kita. Kita wajib menghormati kedua orang tua kita yang telah membesarkan kita. Kita juga wajib menghormati guru-guru kita karena dari merekalah kita sekarang ini bisa membaca dan menulis.
    Sikap empati/peduli terhadap orang lain, menghormati orang tua, serta menghormati guru merupakan perilaku terpuji yang harus dijunjung tinggi agar kita menjadi manusia yang sempurna.

  • Mari Berempati
    Empati adalah keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan, atau pikiran yang sama dengan orang lain. Dalam istilah lain, empati dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyadari diri sendiri atas perasaan seseorang, lalu bertindak untuk membantunya.
    Empati sama dengan rasa iba atau kasihan kepada orang lain yang terkena musibah. Islam sangat menganjurkan empati, sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S an-Nisa/4:8. Yang berarti: “Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir beberapa kerabat, anak – anak yatim dan orang – orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (Q.S an-Nisa/4:8).
    Ayat tersebut menjelaskan apabila ada kerabat, anak yatim, dan orang miskin yang ikut menyaksikan pembagian warisan, maka mereka diberi bagian sekadarnya sebagai atau tali kasih. Kepedulian terhadap mereka perlu ditumbuhkan.

    Sikap empati ini akan timbul apabila :
  1. Dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
  2. Mampu menempatkan diri sebagai orang lain.
  3. Menjadi orang lain yang merasakan.
    
    Terkait sikap empati ini, Rasulullah saw. bersabda: "Dari Abi Musa r.a. dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan." (H.R. Bukhari).

    Perilaku empati terhadap sesama dalam kehidupan sehari - hari dapat diwujudkan dengan cara :
  1. Peka terhadap perasaan orang lain.
  2. Membayangkan seandainya aku adala dia.
  3. Berlatih mengorbankan milik sendiri.
  4. Membahagiakan orang lain.

  • Mari Menghormati Orang Tua Kita
    Jasa orang tua kita sangat besar sehingga kamu tidak akan mampu menghitungnya, antara lain:
  1. Ibu mengandung dengan penuh susah payah, dan melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya.
  2. Ibu menyusui selama dua tahun dengan penuh kasih sayang dan terjaga malam hari karena memenuhi kebutuhan anaknya.
  3. Ibu dan ayah memelihara kita sehingga kita siap untuk hidup mandiri.
  4. Ayah dan ibu bekerja keras untuk memenuhi keperluan keluarga.
  5. Ayah dan ibu memberi bekal pendidikan.
  6. Ayah dan ibu memberikan kasih sayang dengan ikhlas tanpa meminta balasan.

    Allah Swt. memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada keduanya, sebagaimana firman-Nya: “Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikan zakat,” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.” (Q.S al-Baqarah/2:83).
    Terkait dengan ini, Imam Abu Daud dan Baihaqi meriwayatkan sebuah hadis dari Abdullah bin Amru sebagai berikut: “Dari Abdullah bin Umar berkata. Seseorang datang kepada Rasulullah saw. dan berkata, “Aku akan berbaiat kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah saw. bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (H.R. Baihaqi).
    Hadis di atas menegaskan kepada kita agar tidak sekali-kali mengecewakan kedua orang tua kita. Perilaku menghormati kedua orang tua dapat diwujudkan dengan cara berikut ini.

Ketika orang tua masih hidup:
  • Memperlakukan keduanya dengan sopan dan hormat.
  • Membantu pekerjaannya.
  • Mengikuti nasihatnya.
  • Membahagiakan keduanya.

Ketika orang tua sudah meninggal :
  • Jika keduanya muslim, kamu dapat mendoakan mereka setiap saat agar mendapat pengampunan Allah Swt.: Doa yang diajarkan Rasulullah saw. demikian: "Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan rahmatilah mereka sebagaimana keduanya telah memeliharaku pada waktu kecil."
  • Melaksanakan wasiatnya.
  • Menyambung dan melanjutkan silaturahmi yang dahulu sudah dilakukan oleh kedua orang tua.
  • Menjaga nama baik mereka.

  • Mari Menghormati Guru
    Kita diperintahkan untuk berbuat baik atau berbakti kepada guru kita. Gurulah yang telah mendidik dan mengajarkan ilmu kepada kita. Sebagai pendidik, guru membentuk kita menjadi manusia yang beriman, mengerti baik dan buruk, berbudi pekerti luhur, dan menjadi orang yang bertanggung jawab, baik kepada diri sendiri, masyarakat, bangsa, maupun negara.
    Gurulah yang menjadikan kita orang yang pandai dan memahami ilmu pengetahuan. Dengan demikian, kita akan memperoleh kedudukan yang tinggi di hadapan Allah Swt., sebagaimana firmannya : “...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan ornag-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat..” (Q.S al-Mujadalah/58:11).

    Cara berbakti kepada guru, antara lain dengan bersikap :
  1. Mengucapkan salam ketika bertemu.
  2. Memperhatikan apabila diajak berbicara di dalam dan di luar kelas.
  3. Rendah hati, sopan, dan menghargai.
  4. Melaksanakan nasihatnya.
  5. Melaksanakan tugas belajar dengan ikhlas.