Search

12 Maret 2016

Rusa yang Sombong

Pada suatu hari, Rusa Enowy sedang membersihkan tanduknya di telaga bersama Kerbau dan Kambing.
Disaat itu, tiba-tiba Rusa Enowy menjelek-jelekkan tanduk milik Kerbau dan Kambing. Tentu saja Kerbau dan Kambing pun marah besar kepada Rusa Enowy. Lalu Rusa Enowy pergi dengan tawa dan senyum ejekan. Dia meninggalkan Kerbau dan Kambing di telaga.
Di persimpangan jalan, Rusa Enowy melihat Burung Gagak sedang berteriak–teriak sangat kencang, ternyata Burung Gagak itu sedang memanggil-manggil Si Rusa Enowy. Rusa Enowy dengan senang berlari kehadapan Burung Gagak. Burung Gagak itu lalu melihat tanduk milik Rusa Enowy. Rusa Enowy begitu senang.
Lalu Burung Gagak itu berkata. "Aku punya saran untukmu Rusa Enowy."
"Apa isi saran itu, Burung Gagak tua? Cepat sebutkan!" ejek Rusa Enowy kepada Burung Gagak. Terlebih lagi ia sudah mengejek, kok cepat-cepat minta saran.
Kemarahan Burung Gagak tidak dapat diredam. Namun Burung Gagak punya ide cemerlang. "Aha!" serunya.
"Apa, cepat!!!" teriak Rusa Enowy tak sabar.
"Aku punya saran agar tandukmu lebih indah." ucap Burung Gagak sambil tersenyum.
"Benarkah...? Burung Gagak tua???" tanya Rusa Enowy dengan mata berbinar - binar tapi masih dengan senyum ejekannya.
"Benar ... 100 persen." jawab Burung Gagak.
"Serius...?" tanya Rusa Enowy lagi.
"Duarius, deh." ucap Burung Gagak. "Tapi aku memberitahukan saran ini kepadamu besok. Tepat pukul delapan, kamu sudah harus sampai disini." tambah Burung Gagak.
"Baiklah,..." kata Rusa Enowy lesu.
Setelah Rusa Enowy pergi menuju rumahnya. Burung Gagak dengan sigap dan cepat memberitahukan ide ini kepada Raja Hutan saat itu. Ialah ... Raja Singa.
#
"Permisi, Raja Singa dan Ratu Singa!" salam Burung Gagak saat sampai di depan pintu Istana Raja Singa.
"Siapa di luar?" tanya Ratu Singa dari dalam istana.
"Ini, hamba. Burung Gagak. Ratu Singa!" jawab Burung Gagak sambil memberi hormat kepada Ratu Singa.
"Mari masuk. Maaf Raja sedang pergi ke luar." Ratu Singa lalu membukakan pintu depan istana dan mempersilahkan Burung Gagak untuk masuk.
"Tidak apa - apa." ucap Burung Gagak.
"Apa yang membawamu datang kesini?" tanya Ratu Singa.
"Saya ingin memberitahu satu masalah, bahwa sikap Rusa Enowy sudah sangat keterlaluan." kata Burung Gagak.
Tiba-tiba terdengar suara salam dari luar istana. Ternyata Raja Singa bersama si Kerbau dan Kambing. Seketika itu juga Ratu Singa dan Burung Gagak memberi hormat. Raja Singa pun duduk di singgahsananya. Kerbau dan Kambing duduk di samping Burung Gagak.
"Ternyata kau disini Burung Gagak. Ada apa?" tanya Raja Singa.
"Saya ingin memberitahu bahwa Rusa Enowy kelakuannya bertambah buruk." terang Burung Gagak.
"Itu juga sama seperti yang tadi kita bicarakan." kata Raja Singa sambil memandang ke arah Kerbau dan Kambing.
"Iya,... Rusa Enowy telah mengejek tanduk kami." ucap Kerbau dan Kambing bebarengan.
"Lalu apa yang Rusa Enowy lakukan kepadamu?" tanya Raja Singa kepada Burung Gagak.
"Ia telah mengejekku 'Burung Gagak Tua' tentu saja itu sangat keterlaluan." jawab Burung Gagak. "Tapi saya punya ide cemerlang." tambah Burung Gagak.
"Apa idemu?" tanya Ratu Singa penasaran.
"Ideku adalah....."  Setelah mendengar ide Burung Gagak, mereka berunding.
"Idemu sangat bagus, Burung Gagak!" tanggap Raja Singa. "Tapi apakah dia akan merubah sifatnya yang buruk itu?" tanya Raja Singa.
"Tentu saja, baginda raja." jawab Burung Gagak membenarkan ucapannya.
"Baiklah, besok kamu boleh melakukannya." kata Raja Singa memberi izin.
#
Rusa Enowy jalan dengan lenggak-lenggoknya, serta berjalan anggun dan menaikkan dagunya. Dasar ... congkak!!!
Tibalah saatnya ia memasang telinga baik-baik. "Burung Gagak tua, cepatlah kau keluar! Ternyata kamu malah yang lama...!!!" teriak Rusa Enowy.
Dengan sabar Burung Gagak keluar dari rumahnya.
"Sebutkan saranmu kemarin!" perintah Rusa Enowy.
"Sarannya adalah pertama tandukmu harus dicuci dahulu sampai bersih, Oh iya, kedua sebelum kamu mengusap-usapkan tandukmu dengan rumah lebah kamu harus minta izin dahulu sama para lebah, lalu ketiga setelah kamu mengusap-usap tandukmu menggunakan rumah lebah, lumuri dengan madu di sarang lebah. Jangan lupa minta izin juga sama para lebah kalau mau ambil madunya." terang Burung Gagak panjang lebar.
Lalu Rusa Enowy mencerna kata-kata Burung Gagak. "Apakah kamu mengerti?" tanya Burung Gagak seakan membaca pikiran si Rusa. Rusa Enowy menggangguk.
Setelah itu Rusa Enowy memulai perjanannya menuju sebuah telaga kecil dan ke rumah lebah.  Ketika sudah sampai di sebuah telaga kecil Rusa Enowy melakukan saran yang diberikan Burung Gagak, saat sudah selesai Rusa Enowy kembali melanjutkan perjalanannya.
Ketika sudah menemui rumah lebah itu hati rusa bergetar ia berbicara dalam hatinya. “Aku akan jadi raja di hutan ini, menggantikan Raja Singa yang bodoh itu.” gumam Rusa Enowy penuh kemenangan.
Lalu rusa pun melakukannya seperti saran Burung Gagak, tapi ia lupa dengan saran kedua yang diberikan Burung Gagak. Bukan lupa tapi sengaja dia lewatkan. Oo lala ... dia seharusnya meminta izin dahulu kepada para lebah.
Ah, kelamaan kalau harus minta izin,... gumam Rusa Enowy dalam hati. Waktu berjalan semakin cepat, semakin banyak lebah yang keluar. Belum sempat ia melumuri tanduknya dengan madu,  ia sudah lari terbirit - birit.
Setelah sampai di rumahnya, tubuh Rusa Enowy penuh bentol-bentol merah. Ia menyesal karena telah melalaikan saran tersebut dan bersikap sombong di calon temannya itu. Setelah itu Rusa Enowy minta maaf kepada Kerbau, Kambing, dan Burung Gagak. Kerbau, Kambing, dan Burung Gagak memaafkan, asal tidak mengulangi perbuatan itu lagi.
Semenjak setelah kejadian itu, Rusa Enowy telah mengubah sikapnya yang dulu sangat sombong.
Jadi kalian juga jangan pernah sombong seperti Rusa Enowy, akibatnya banyak, lho!

#